Bagaimana Cara Menangani Keracunan Makanan

Diposting pada

Keracunan makanan merupakan gangguan yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, parasit, atau toksin. Organisme atau toksin yang menginfeksi atau mengkontaminasi makanan dapat terjadi pada setiap proses pengolahan makanan. Kontaminasi makanan juga dapat terjadi di rumah ketika makanan salah ditangani atau dimasak. Gejala keracunan makanan dapat terjadi saat sedang mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi. Umumnya keracunan makanan dimulai dari kategori ringan hingga berat. Pada kategori ringan, keracunan makanan dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun, pada beberapa kasus yang berat membutuhkan terapi pengobatan di rumah sakit. klik Apotik Online Herbal

Apakah penyebab terjadinya keracunan makanan?

Kontaminasi makanan dapat terjadi mulai dari tahap awal seperti ketika buah masih mulai tumbuh, dipetik, pengolahan, penyimpanan, pengiriman, atau persiapan ketika akan dikonsumsi. Kontaminasi silang umumnya yang sering terjadi terutama ketika menyiapkan makanan mentah seperti salad. Makanan yang tidak dimasak atau yang tidak dimasak dengan tepat dapat menyebabkan keracunan makanan karena organisme berbahaya tidak mati sebelum dikonsumsi.

Penyebab terjadinya keracunan makanan atau organisme yang mengkontaminasi makanan adalah :

  • Bakteri

Bakteri merupakan penyebab paling umum terjaidnya keracunan makanan. Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan adalah E.coli, Listeria, dan Salmonella.

  • Parasit

Keracunan makanan yang disebabkan oleh parasit menimbulkan tanda dan gejala yang berbeda dengan kontaminasi bakteri. Toksoplasma adalah parasit yang paling sering terjadi pada keracunan makanan. Toksoplasma umumnya ditemukan pada kotoran kucing. Parasit dapat hidup pada sistem pencernaan tanpa menunjukkan tanda dan gejala. Namun, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan wanita hamil dapat beresiko mengalami efek samping yang serius jika parasit hidup pada usus.

  • Virus

Keracunan makanan juga dapat disebabkan oleh virus. Salah satu kontaminasi virus pada makanan yang serius adalah virus hepatitis A.

Bagaimana penanganan keracunan makanan?

Pengobatan untuk keracunan makanan umumnya tergantung pada sumber penyakit dan tingkat keparahan gejala. Pada umumnya, tanda dan gejala keracunan makanan dapat sembuh tanpa pengobatan dalam beberapa hari, namun juga pada beberapa kasus keracunan dapat terjadi lebih lama. Penanganan keracunan makanan yang dapat dilakukan adalah:

  • Terapi untuk penggantian cairan yang hilang

Cairan dan elektrolit seperti natrium, kalium, dan kalsium yang menjaga keseimbangan cairan tubuh dapat hilang saat terjadinya diare atau muntah. Pada kondisi yang diare dan muntah yang parah perlu dilakukan perawatan dirumah sakit untuk mendapatkan asupan cairan dan elektrolit melalui pembuluh darah untuk mencegah atau mengatasi dehidrasi. Pada kondisi diare yang dapat dilakukan perawatan dirumah maka dapat mengkonsumsi cairan oralit untuk mencegah atau mengatasi dehidrasi. klik Obat Turun Peranakan

  • Terapi antibiotik

Berkonsultasilah pada dokter untuk mendapatkan terapi antibiotik jika keracunan makanan yang terjadi disebabkan oleh kontaminasi bakteri pada makanan. Antibiotik tidak dapat membantu mengatasi keracunan makanan yang disebabkan oleh virus.

  • Terapi untuk membantu menghentikan diare atau muntah

Berkonsultasilah dengan dokter atau apoteker untuk pemilihan obat yang mengatasi diare dan muntah.

Bagaimana Cara Menangani Keracunan Makanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *